Soal dan Pembahasan Aritmetika Sosial



Soal dan pembahasan aritmetika sosial adalah topik yang akan kita bahas untuk edisi kali ini. Sebelum kita sampai pada soal dan pembahasan, kita akan lakukan review singkat tantang aritmetika sosial. Aritmetika sosial adalah ilmu matematika yang secara khusus mengulas tentang angka transaksi yang dilakukan masyarakat secara umum seperti perdagangan, tabungan, pinjaman dan lain-lain. Khusus aritmetika sosial, kita akan membahas tentang untung dan rugi, persentase untung dan persentase rugi, rabat atau diskon, tabungan, pinjaman dan angsuran pinjaman, pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, dan lain-lain.

Pengertian dan Rumus Untung Rugi

Untung atau rugi sangat tergantung dengan harga jual dan harga beli.
$\bullet$ Harga Jual (HJ).
Harga jual adalah harga barang yang ditentukan dan ditetapkn oleh pedagang ketika hendak menjual barang dagangannya kepada pembeli.

$\bullet$ Harga Beli (HB).
Harga beli atau sering juga disebut sebagai modal adalah harga yang harus dibayarkan pembeli kepada pedagang, dan biaya lain yang harus ditambahkan, seperti ongkos kirim, biaya perbaikan, atau biaya lainnya.

$\bullet$ Untung (U).
Untung adalah selisih antara harga jual dan harga beli.
$U = HJ - HB$
$U = PU\:\times\:HB$

$\bullet$ Rugi (R).
Rugi terjadi jika harga beli lebih tinggi dari harga jual.
$R = HB - HJ$
$R = PR\:\times\:HB$

Pengertian dan Rumus Persentase Untung Rugi

$\bullet$ Persentase Untung (PU).
$PU = \dfrac{HJ - HB}{ HB}\:\times\:100\%$
$PU = \dfrac{U}{ HB}\:\times\:100\%$

$\bullet$ Persentase Rugi (PR).
$PR = \dfrac{HB - HJ}{ HB}\:\times\:100\%$
$PR = \dfrac{R}{ HB}\:\times\:100\%$

Pengertian dan Rumus Rabat atau Diskon.

Rabat disebut juga diskon (D) adalah potongan harga, yang umumnya dinyatakan dalam persen. Persentase Diskon (PD) adalah persentase potongan harga, sehingga harga sesudah diskon (HD) menjadi berkurang. Harga sesudah diskon (HD) adalah harga mula-mula dikurangi persentase diskon dikali
harga mula-mula (H).
$D = PD\:\times\:H$
$HD = H - PD\:\times\:H$
$PD = \dfrac{D}{ H}\:\times\:100\%$

Pengertian dan Rumus Bruto, Tara, dan Netto.

$\bullet$ Bruto (B).
Bruto adalah berat kotor suatu barang. Misalkan satu kaleng susu yang terdiri dari isi dan kalengnya.
$\bullet$ Tara (T).
Tara adalah berat kemasan dari suatu barang. Misalnya satu kotak susu, maka berat kotaknya disebut tara.
$\bullet$ Netto (N).
Netto atau berat bersih adalah berat dari isi yang menjadi pokok utama. Misalkan satu keranjang buah mangga, maka berat netto adalah berat buah mangganya saja.
$N = B - T$

Pengertian dan Rumus Tabungan.

Jika seseorang menabung uang di bank, maka uang tabungannya akan bertambah. Semakin lama dia menabung, maka semakin bertambah uang tabungannya. Hal ini dikarenakan uang yang dia tabung berbunga. Perhitungan bisa dilakukan tiap bulan atau tiap tahun. Di sini kita melakukan perhitungan dengan bunga tunggal.

$\bullet$ Hitungan tiap bulan.
Jika Tabungan mula-mula adalah To, Tabungan setelah n bulan Tn, Persentase Bunga per Bulan adalah PBB, Bunga Per Bulan adalah BB, dan Bunga setelah n Bulan adalah BBn maka terdapat suatu hubungan yang dinyatakan dengan rumus:
$BB = To\:\times\:PBB$
$BBn = n\:\times\:To\:\times\:PBB$
$Tn = To + n\:\times\:To\:\times\:PBB$

Jika diketahui Persentase Bunga per Tahun (PBT), maka kita harus mencari Persentase Bunga Perbulan dengan rumus:
$PBB = \dfrac{PBT}{ 12}$

$\bullet$ Hitungan tiap tahun.
Jika Tabungan mula-mula adalah To, Tabungan setelah n tahun Tn, Persentase Bunga per Tahun adalah PBT, Bunga Per Tahun adalah BT, dan Bunga setelah n Tahun adalah BTn maka terdapat suatu hubungan yang dinyatakan dengan rumus:
$BT = To\:\times\:PBT$
$BTn = n\:\times\:To\:\times\:PBT$
$Tn = To + n\:\times\:To\:\times\:PBT$

Pengertian dan Rumus Pinjaman.

Jika seseorang meminjam uang di bank atau di koperasi, biasanya akan dikenakan bunga pinjaman. Pada dasarnya perhitungan pinjaman dengan perhitungan tabungan tidaklah berbeda. Sama seperti tabungan, pinjaman dapat dihitung tiap bulan atau tiap tahun.

$\bullet$ Hitungan tiap bulan.
Jika Pinjaman mula-mula adalah Po, Pinjaman setelah n bulan Pn, Persentase Bunga per Bulan adalah PBB, Bunga Per Bulan adalah BB, dan Bunga setelah n Bulan adalah BBn maka terdapat suatu hubungan yang dinyatakan dengan rumus:
$BB = Po\:\times\:PBB$
$BBn = n\:\times\:Po\:\times\:PBB$
$Pn = Po + n\:\times\:Po\:\times\:PBB$

Jika lama pinjaman adalah n bulan, maka Angsuran perbulan (A) dapat dihitung dengan rumus:
$A = \dfrac{Po}{ n} + Po\:\times\:PBB$

$\bullet$ Hitungan tiap tahun.
Jika Pinjaman mula-mula adalah Po, Pinjaman setelah n tahun Pn, Persentase Bunga per Tahun adalah PBT, Bunga Per Tahun adalah BT, dan Bunga setelah n Tahun adalah BTn maka terdapat suatu hubungan yang dinyatakan dengan rumus:
$BT = Po\:\times\:PBT$
$BTn = n\:\times\:Po\:\times\:PBT$
$Pn = Po + n\:\times\:Po\:\times\:PBT$

Jika lama pinjaman adalah n tahun, maka Angsuran pertahun (A) dapat dihitung dengan rumus:
$A = \dfrac{Po}{n} + Po\:\times\:PBT$.

Pengertian dan Rumus Pajak

$\bullet$ Pajak Penghasilan.
Pajak penghasilan adalah potongan yang dikenakan terhadap penghasilan seseorang. Misalnya seorang karyawan yang memiliki Gaji Pokok GP akan dikenakan pajak sebesar p% terhadap Gaji Pokok Kena Pajak GPKP, yaitu sebagian gaji yang dikenakan pajak. Maka karyawan tersebut akan menerima gaji (G) setelah dipotong pajak sebesar:
$G = GP - GPKP\:\times\:p\%$

$\bullet$ Pajak Pertambahan Nilai.
Pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan terhadap barang-barang yang dibeli konsumen. Dengan adanya pajak pertambahan nilai, maka harga barang yang dibeli oleh konsumen menjadi lebih mahal. Jika harga barang mula-mula adalah HM dan pajak pertambahan nilai adalah p%, maka harga barang setelah pajak pertambahan nilai (H) adalah:
$H = HM + HM\:\times\:p\%$

Contoh Soal dan Pembahasan Aritmetika Sosial

1. Seorang pedagang buah membeli satu karung mangga dengan harga Rp325.000, kemudian mengga tersebut ditimbang dan ternyata timbangannya 45 kg. Kemudian mangga tersebut dijual seharga Rp15.000 per kg. Maka pedagang tersebut mengalami . . . .
A. Untung Rp325.000
B. Rugi Rp325.000
C. Untung Rp350.000
D. Rugi Rp350.000
HB = Rp325.000
HJ = 45 x Rp15.000
= Rp675.000
U = HJ - HB
= Rp675.000 - Rp325.000
= Rp350.000 → C.

2. Seorang pedagang ayam membeli 20 ekor ayam dengan harga seluruhnya Rp600.000. Kemudian 8 ekor ayam dijual dengan harga Rp35.000 tiap ekor dan sisanya dijual dengan harga Rp25.000 tiap ekor. Maka pedagang tersebut mengalami . . . .
A. Untung Rp25.000
B. Rugi Rp25.000
C. Untung Rp20.000
D. Rugi Rp20.000
HB = Rp600.000
HJ = 8 x Rp35.000 + 12 x Rp25.000
= Rp580.000
Karena harga beli (HB) lebih tinggi dari harga jual (HJ), maka pedagang tersebut mengalami rugi sebesar:
R = HB - HJ
= Rp600.000 - Rp580.000
= Rp20.000 → D.

3. Seorang pedagang beras membeli dua macam beras masing-masing 75 kg dengan harga Rp9.000 per kg dan 45 kg dengan harga Rp7.000 per kg. Kemudian kedua jenis beras dicampur dan dijual dengan harga Rp8.500 per kg. Maka pedagang beras tersebut mengalami . . . .
A. Untung Rp 50.000
B. Rugi Rp 50.000
C. Untung Rp 30.000
D. Rugi Rp 30.000
HB = 75 x Rp9.000 + 45 x Rp7.000
= Rp990.000
Beras dicampur sehingga berat seluruhnya menjadi 75 + 45
= 120 kg
HJ = 120 x Rp8.500
= Rp1.020.000
Karena harga jual lebih tinggi dari harga beli, maka pedagang beras tersebut mendapat untung.
U = HJ - HB
= Rp1.020.000 - 990.000
= Rp30.000 → D.

4. Seorang pedagang motor bekas membeli sebuah motor bekas seharga Rp13.500.000. Kemudian motor tersebut diperbaiki dengan biaya perbaikan sebesar Rp750.000. Agar pedagang memperoleh keuntungan Rp1.500.000, maka motor harus dijual dengan harga . . . .
A. Rp15.250.000
B. Rp15.500.000
C. Rp15.750.000
D. Rp15.850.000
Harga beli sering disebut modal, adalah harga pembelian ditambah biaya-biaya lain seperti perbaikan, ongkos kirim, dan lain-lain.

HB = Rp13.500.000 + Rp750.000
= Rp14.250.000
U = Rp1.500.000
U = HJ - HB
Rp1.500.000 = HJ - Rp14.250.000
Rp1.500.000 + Rp14.250.000 = HJ
Rp15.750.000 = HJ
HJ = Rp15.750.000 → C.

5. Harga pembelian 1 lusin koas adalah Rp576.000. Setelah dijual, ternyata pedagang menderita kerugian Rp3.000 per buah. Harga penjualan setiap kaos adalah . . . .
A. Rp35.000
B. Rp40.000
C. Rp45.000
D. Rp50.000
Sebaiknya kita hitung dalam satuan lusin terlebih dahulu.
Harga pembelian 1 lusin = Rp576.000.
Rugi = 12 x Rp3.000
= Rp36.000
R = HB - HJ
Rp36.000 = Rp576.000 - HJ
HJ = Rp576.000 - Rp36.000
= Rp540.000
Harga penjualan = Rp540.000 1 lusin
= $\dfrac{Rp540.000}{12}$
= Rp45.000 → C.

6. Seorang pedagang membeli 75 butir telur, kemudian telur tersebut dijual seluruhnya dengan harga Rp168.750. Jika dari hasil penjualan diperoleh keuntungan sebesar Rp250 tiap butir telur, harga pembelian seluruh telur adalah . . . .
A. Rp125.000
B. Rp135.000
C. Rp150.000
D. Rp165.000
HJ = Rp168.750
U = Rp18.750
U = HJ - HB
Rp18.750 = Rp168.750 - HB
HB = Rp168.750 - Rp18.750
HB = Rp150.000 → C.

7. Seorang pedagang membeli 1 lusin buku dengan Harga Rp30.000. Setelah seluruh buku habis terjual dengan harga Rp3.000 per buah, maka persentase untung yang diperoleh pedagang tersebut adalah . . . .
A. 20%
B. 25%
C. 30%
D. 40%
Sebaiknya kita hitung dalam satuan lusin.
HB = Rp30.000
HJ = 12 x Rp3.000
= Rp36.000
$PU = \dfrac{HJ - HB}{ HB}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{Rp36.000 - Rp30.000}{ Rp30.000}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{Rp6.000}{ Rp30.000}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{1}{ 5}\:\times\:100\%$
$= 20\%$ → A.

8. Seorang pedagang mobil membeli mobil bekas dengan harga Rp52.000.000. Kemudian mobil diperbaiki dengan biaya Rp11.000.000, kemudian dijual dengan harga Rp60.000.000. Persentase kerugian yang dialami oleh pedagang tersebut adalah . . . .
A. 2,5%
B. 5%
C. 7,5%
D. 10%
HB = Rp52.000.000 + Rp11.000.000
= Rp63.000.000
HJ = Rp60.000.000
Karena harga pembelian lebih tinggi dari harga penjualan, berarti pedagang mengalami kerugian.
$PR = \dfrac{HB - HJ}{ HB}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{Rp63.000.000 - Rp60.000.000}{ Rp60.000.000}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{Rp3.000.000}{ Rp60.000.000}\:\times\:100\%$
$= \dfrac{1}{ 20}\:\times\:100\%$
$= 5\%$ → B.

9. Seorang pedagang membeli 1 lusin pensil dengan harga Rp96.000. Jika pedagang tersebut menghendaki untung 25%, maka harga penjualan sebuah pensil adalah . . . .
A. Rp6.000
B. Rp8.000
C. Rp10.000
D. Rp12.000
Sebaiknya kita hitung dalam satuan per buah.
$HB = \dfrac{Rp96.000}{ 12} = Rp8.000\ per\ buah$
PU = 25%
U = PU x HB
= 25% x Rp8.000
= 0,25 x Rp8.000
= Rp2.000
U = HJ - HB
Rp2.000 = HJ - Rp8.000
Rp2.000 + Rp8.000 = HJ
HJ = Rp10.000 → C.

10. Paman membeli sebuah apartemen dengan harga Rp400.000.000. Karena paman tiba-tiba butuh uang, maka paman menjual apartemen tersebut sehingga dia mengalami kerugian sebesar 5%. Harga jual apartemen tersebut adalah . . . .
A. Rp360.000.000
B. Rp375.000.000
C. Rp380.000.000
D. Rp385.000.000
R = PR x HB
= 5% x Rp400.000.000
= Rp20.000.000
R = HB - HJ
Rp20.000.000 = Rp400.000.000 - HJ
HJ = RP400.000.000 - Rp20.000.000
= Rp380.000.000 → C.

11. Seorang pedagang menjual sepatu dengan harga Rp480.000. Dari penjualan tersebut pedagang memperoleh untung 20%. Harga pembelian sepatu tersebut adalah . . . .
A. Rp350.000
B. Rp375.000
C. Rp400.000
D. Rp425.000
U = PU x HB
= 20% x HB
= 0,2HB
U = HJ - HB
0,2HB = HJ - HB
0,2HB + HB = HJ
1,2HB = HJ
1,2HB = RP480.000
$= \dfrac{Rp480.000}{ 1,2}$
$= Rp400.000$ → C.

12. Tono menjual jaket kulit yang baru dibelinya dengan harga Rp880.000, sehingga dia menderita kerugian sebesar 20%. Harga pembelian jaket kulit tersebut adalah . . . .
A. Rp1.000.000
B. Rp1.050.000
C. Rp1.100.000
D. Rp1.150.000
R = PR x HB
= 20% x HB
= 0,2HB
R = HB - HJ
0,2HB = HB - HJ
HJ = HB - 0,2HB
HJ = 0,8HB
Rp880.000 = 0,8HB
$HB = \dfrac{Rp880.000}{ 0,8}$
= RP1.100.000 → C.

13. Harga sebuah tas sebelum diskon adalah Rp8.000.000. Karena ada obral, pemilik toko memberi diskon 25%. Jika Tuti membeli sebuah tas, maka jumlah uang yang harus dibayar oleh Tuti adalah . . . .
A. Rp5.000.000
B. Rp6.000.000
C. Rp6.500.000
C. Rp7.000.000
D = PD x H
= 25% x Rp8.000.000
= 0,25 x Rp8.000.000
= Rp2.000.000
HD = H - D
= Rp8.000.000 - Rp2.000.000
= Rp6.000.000 → B.

14. Koperasi sekolah membeli buku matematika kelas VII sebanyak 40 buku dengan harga Rp40.000 tiap buku, buku matematika kelas VIII sebanyak 50 buku dengan harga Rp50.000 tiap buku, dan buku matematika kelas IX sebanyak 60 buku dengan harga Rp60.000 tiap buku. Jika koperasi
mendapat rabat 30%, maka jumlah uang yang harus dibayar oleh koperasi adalah . . . .
A. Rp5.390.000
B. Rp5.400.000
C. Rp5.490.000
D. Rp5.500.000
H = 40 x Rp40.000 + 50 x Rp50.000 + 60 x Rp60.000
= Rp7.700.000
D = PD x H
= 30% x Rp7.700.000
= Rp2.310.000
HD = H - D
= Rp7.700.000 - Rp2.310.000
= Rp5.390.000 → A.

15. Harga sebuah jam setelah mendapat diskon 25% adalah Rp6.000.000. Harga jam sebelum diskon adalah . . . .
A. Rp7.500.000
B. Rp8.000.000
C. Rp8.500.000
D. Rp9.000.000
HD = H - PD x H
Rp6.000.000 = H - 25% x H
Rp6.000.000 = H - 0,25H
Rp6.000.000 = 0,75H
$H = \dfrac{Rp6.000.000}{ 0,75}$
H = Rp8.000.000 → B.

16. Seorang pedagang membeli 1 karung beras dengan berat 100 kg dan tara 2% dengan harga Rp9.000 per kg. Jumlah uang yang harus dibayar pedagang tersebut adalah . . . .
A. Rp882.000
B. Rp885.000
C. Rp887.000
D. Rp900.000
T = 2% x 100
= 0,02 x 100
= 2 kg
N = B - T
= 100 - 2
= 98 kg
Harga = 98 x Rp9.000
= Rp882.000 → A.

17. Seorang pedagang buah membeli 1 peti buah kiwi dengan berat 55 kg dengan harga Rp3.750.000. Setelah dibongkar, ternyata berat petinya 5 kg. Jika pedagang menginginkan keuntungan 20%, maka harga penjualan tiap kg jeruk adalah . . . .
A. Rp80.000
B. Rp85.000
C. Rp90.000
D. Rp95.000
N = B - T
= 55 - 5
= 50 kg
Sebaiknya kita hitung per kg.
$HB = \dfrac{Rp3.750.000}{ 50}$
= Rp75.000
U = PU x HB
= 20% x Rp75.000
= 0,2 x Rp75.000
= Rp15.000
U = HJ - HB
Rp15.000 = HJ - Rp75.000
Rp15.000 + Rp75.000 = HJ
Rp90.000 = HJ
HJ = Rp90.000 → C.

18. Diana menabung uang di bank sebesar Rp8.000.000,00. Setelah 8 bulan uangnya diambil seluruhnya sebesar Rp8.800.000,00. Berapakah persentase suku bunga tabungan yang diberikan bank tersebut?
A. 10%
B. 12%
C. 15%
D. 18%
[Soal UN 2018]
Besar bunga setelah 8 bulan = Rp8.800.000,00 - Rp8.000.000,00
= Rp800.000,00

BBn = n x To x PBB
Rp800.000,00 = 8 x Rp8.000.000 x PBB
$PBB = \dfrac{Rp800.000}{ 8\:\times\:Rp8.000.000}$
$PBB = \dfrac{1}{80}$
PBB = 0,0125
= 0,0125 x 100%
= 1,25%
PBT = 12 x 1,25%
= 15% → C.

19. Setelah 9 bulan uang tabungan Susi di koperasi berjumlah Rp3.815.000,00. Koperasi memberi jasa simpanan berupa bunga 12% per tahun. Tabungan awal Susi di koperasi adalah . . . .
A. Rp3.500.000,00
B. Rp3.550.000,00
C. Rp3.600.000,00
D. Rp3.650.000,00
[Soal UN]
$PBB = \dfrac{PBT}{ 12}$
$= \dfrac{12}{ 12}\%$
$= 1%$
$= 0,01$
Tn = To + n x To x PBB
Rp3.815.000,00 = To + 9 x To x 0,01
Rp3.815.000,00 = To + 0,09To
Rp3.815.000,00 = 1,09To
$To = \dfrac{Rp3.815.000,00}{ 1,09}$
$= Rp3.500.000,00$ → A.

20. Rudi menabung di bank sebesar Rp1.400.000,00. Bank memberi suku bunga tunggal sebesar 15% setahun. Saat diambil tabungan Rudi sebesar Rp1.522.500,00, maka lama Rudi menabung adalah . . . .
A. 6 bulan
B. 7 bulan
C. 8 bulan
D. 9 bulan
BBn = Rp1.522.500,00 - Rp1.400.000,00
= Rp122.500,00
$PBB = \dfrac{15}{ 12}\%$
$= 1,25\%$
BBn = n x To x PBB
Rp122.500,00 = n x Rp1.400.000,00 x 1,25%
Rp122.500,00 = n x Rp1.400.000,00 x 0,0125
Rp122.500,00 = n x Rp17.500
$n = \dfrac{Rp122.500,00}{ Rp17.500,00}$
$= 7\ bulan$ → B.

21. Toko elektronik "CINTA PRODUK INDONESIA" menjual televisi dan memperoleh keuntungan 25%. Jika harga beli televisi tersebut Rp3.600.000,00 maka harga jualnya adalah . . . .
A. Rp3.800.000,00
B. Rp4.000.000,00
C. Rp4.250.000,00
D. Rp4.500.000,00
[Soal UN 2018]
U = PU x HB
= 25% x Rp3.600.000,00
= 0,25 x Rp3.600.000,00
= Rp900.000,00
U = HJ - HB
Rp900.000 = HJ - Rp3.600.000,00
Rp900.000,00 + Rp3.600.000 = HJ
Rp4.500.000,00 = HJ
HJ = Rp4.500.000,00 → D.

22. Untuk modal berjualan, Bu Fitri meminjam uang di koperasi sebesar Rp5.000.000,00 dengan bunga 1% tiap bulan. Angsuran tiap bulan yang harus dibayar Bu Fitri jika meminjam selama 10 bulan adalah . . . .
A. Rp440.000,00
B. Rp450.000,00
C. Rp550.000,00
D. Rp560.000,00
$A = \dfrac{Po}{ n} + Po\:\times\:PBB$
$= {Rp5.000.000,00}{ 10} + Rp5.000.000,00\:\times\:1\%$
= Rp500.000,00 + Rp5.000.000,00 x 0,01
= Rp500.000,00 + Rp50.000,00
= Rp550.000,00 → C.

23. Seorang karyawan swasta mendapat gaji Rp6.000.000,00 dengan penghasilan tidak kena pajak Rp1.000.000,00. Jika besar pajak penghasilan 15%, maka besar gaji yang diterima karyawan swasta tersebut adalah . . . .
A. Rp5.000.000
B. Rp5.250.000
C. Rp5.500.000
D. Rp5.750.000
Penghasilan tidak kena pajak Rp1.000.000, berarti gaji yang kena pajak adalah Rp5.000.000.

G = GP - GPKP x p%
= Rp6.000.000 - Rp5.000.000 x 15%
= Rp6.000.000 - Rp5.000.000 x 0,15
= Rp6.000.000 - Rp750.000
= Rp5.250.000 → B.

24. Anton membeli sepeda motor dengan harga Rp25.000.000 dan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10%. Jumlah uang yang harus dibayarkan oleh Anton adalah . . . .
A. Rp25.000.000
B. Rp26.000.000
C. Rp27.000.000
D. Rp27.500.000
H = HM + HM x p%
= Rp25.000.000 + Rp25.000.000 x 10%
= Rp25.000.000 + Rp25.000.000 x 0,1
= Rp25.000.000 + Rp2.500.000
= Rp27.500.000 → D.

25. Pak Rahmat menyimpan uangnya di bank sebesar Rp750.000,00 dengan bunga 18% per tahun. Besar uang Pak Rahmat setelah 4 bulan adalah . . . .
A. Rp885.000,00
B. Rp880.000,00
C. Rp795.000,00
D. Rp761.250,00
[Soal UN]
Hitung persentase bunga per bulan !
PBB = PBT/12
= 18%/12
= 1,5%
Hitung bunga selama 4 bulan !
BBn = n x To x PBB
= 4 x Rp750.000,00 x 1,5%
= 4 x Rp750.000,00 x 0,015
= Rp45.000,00

Tabungan setelah 4 bulan adalah:
Tn = To + BBn
= Rp750.000,00 + Rp45.000,00
= Rp795.000,00 → C.

Demikianlah soal dan pembahasan aritmetika sosial. Selamat belajar !

SHARE THIS POST


www.maretong.com



Post a Comment for "Soal dan Pembahasan Aritmetika Sosial"